Dapatkan Penawaran Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Email
Nama
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000
Nomor Whatsapp
Tren Industri
Beranda> Berita> Tren Industri

Plester Serat Karbon: Penguatan Minim Invasif untuk Jembatan dan Bangunan

Time: 2025-11-23

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan plester untuk mengobati luka kecil dan lecet—sederhana dan praktis. Namun kini, ketika jembatan mengalami retakan halus pada baloknya dan dinding gedung tua perlahan melonggar seiring usia, material yang tampak ringan ini muncul sebagai 'kekuatan utama' dalam penguatan struktur. Teknologi rekayasa juga telah mengadopsi solusi 'plester' serupa—kain serat karbon—yang diam-diam memperkuat jembatan dan bangunan di sekitar kita melalui metode minimal invasif.
Proses pembuatan kain satu arah

图1.jpg


Kain serat karbon satu arah adalah material yang umum digunakan dalam proyek penguatan serat karbon. Proses pembuatannya terutama melibatkan penataan, fiksasi, dan pencetakan filamen serat karbon, dengan tujuan utamanya adalah memastikan filamen tersusun rapi dalam satu arah (biasanya memanjang) sambil mempertahankan sifat kekuatan tinggi. Langkah-langkah spesifiknya secara umum sebagai berikut:

Langkah Pertama: Persiapan Filamen Serat Karbon
Filamen prekursor serat karbon berbasis PAN (pasar utama) diproduksi dari serat poliakrilonitril melalui proses pra-oksidasi dan karbonisasi. Filamen ini memiliki diameter 5–7 mikrometer dan menunjukkan kekuatan tarik yang sangat tinggi.
Langkah Dua: Proses Warping
Melalui mesin warping, ribuan hingga puluhan ribu filamen serat karbon disusun secara longitudinal sejajar dan merata menjadi lapisan lungsin. Ketegangan dan ketepatan penyelarasan dikontrol secara ketat untuk memastikan sifat satu arah dan mencegah penyimpangan menyamping.
Langkah Tiga: Proses Tenun / Fiksasi
Dengan menggunakan serat melintang yang sangat halus (seperti serat kaca atau nilon), benang membujur diikat melalui tenunan atau pengikatan. Selama proses menenun, benang pakan disilangkan dengan benang lungsi pada kepadatan rendah (beberapa benang per sentimeter), membentuk struktur "lungsi rapat, pakan longgar" yang memberikan penguatan tanpa mengorbankan kekuatan. Sebagai alternatif, emulsi resin epoksi dapat digunakan untuk merekatkan material menjadi kain tanpa pakan, meskipun menenun tetap menjadi metode yang lebih umum.
Langkah Empat: Perawatan Permukaan
Hilangkan kotoran, tingkatkan kekasaran permukaan, atau aplikasikan agen kopling untuk meningkatkan daya rekat terhadap perekat dan memperbaiki kompatibilitas dengan resin.
Langkah Lima: Pengaturan dan Penggulungan
Setelah pengeringan dan pengaturan, produk menjalani inspeksi kualitas dan pengemasan untuk menjadi barang jadi. Sepanjang proses ini, fokus utamanya adalah memaksimalkan kekuatan tinggi dari serat karbon membujur, sedangkan serat melintang hanya berfungsi sebagai penahan tambahan.

Inti dari seluruh proses terletak pada pemastian keselarasan sejajar dan kekuatan tarik tinggi dari serat-serat karbon longitudinal, dengan serat melintang hanya berfungsi sebagai penahan tambahan. Akibatnya, kain serat karbon satu arah sepenuhnya memanfaatkan sifat tarik serat karbon sepanjang sumbu longitudinalnya, sehingga sangat cocok untuk aplikasi penguatan struktural di mana terjadi tegangan tarik.

图2.jpg 图3.jpg

图4.jpg 图5.jpg

Prinsip Penguatan
Kain serat karbon dilekatkan pada permukaan struktural menggunakan perekat resin yang kompatibel, membentuk badan material komposit (CFRP) yang bekerja bersama dengan struktur aslinya. Memiliki kekuatan tarik luar biasa tinggi (sekitar sepuluh kali lipat dibanding baja), kain serat karbon terintegrasi erat dengan beton melalui perekat resin. Hal ini mentransfer beban eksternal ke kain serat karbon, memanfaatkan sifat kekuatan tingginya untuk meningkatkan ketahanan struktur terhadap lentur, gaya geser, dan aktivitas seismik, sekaligus menghambat perkembangan retak.

图6.jpg

Prosedur Konstruksi

Langkah Satu: Persiapan Permukaan
Bersihkan permukaan beton, amplas lapisan-lapisan longgar dan noda oli untuk menciptakan permukaan dasar yang rata.
Langkah Dua: Aplikasikan primer epoksi
Aplikasikan lapisan primer pada beton untuk memastikan kain menempel dengan kuat.
Langkah Tiga: Aplikasikan kain serat karbon
Celupkan kain serat karbon yang telah dipotong sebelumnya ke dalam resin epoksi dan aplikasikan pada area struktural yang memerlukan penguatan (seperti bagian bawah balok, kolom, pelat lantai, dan badan jembatan).
Langkah Empat: Pemadatan dengan Rol dan Penghilangan Udara
Tekan berulang kali dengan rol untuk memastikan adhesif meresap secara merata ke dalam serat dan mengeluarkan gelembung udara, mirip seperti menekan plester dengan kuat pada luka.
Langkah Lima: Pengeringan dan Perawatan
Setelah adhesif mengering, kain serat karbon dan beton menyatu menjadi satu kesatuan, membentuk lapisan eksternal yang sangat kuat.

图7.jpg 图8.jpg

图9.jpg 图10.jpg

Karakteristik penguatan

图11(1).jpg

Meningkatkan kapasitas daya dukung: Diterapkan pada sisi bawah balok → ketahanan lentur meningkat; diterapkan pada kolom → kekuatan tekan dan ketahanan gempa meningkat.

Pengendalian retak: Kain serat karbon mencegah perluasan retak pada beton, mirip seperti plester yang melindungi luka kulit agar tidak memburuk.

Umur pakai diperpanjang: Tahan korosi, tidak seperti baja yang berkarat, sehingga sangat cocok untuk lingkungan seperti jembatan yang terpapar jangka panjang.

Ringan dan efisien: Kecepatan konstruksi cepat, tidak memerlukan mesin berat dan tidak menambah beban struktural signifikan.

Mengapa kain serat karbon menjadi pilihan baru untuk penguatan?


图12.jpg

Dibandingkan metode penguatan tradisional seperti pelat baja atau perluasan penampang, kain serat karbon menawarkan keunggulan tersendiri:

Sifatnya yang ringan hampir tidak menambah beban tambahan pada struktur asli. Dengan berat kurang dari 300 gram per meter persegi, perubahan distribusi beban bangunan menjadi minimal setelah aplikasi , sehingga sangat cocok untuk penguatan struktur yang sensitif terhadap berat sendiri, seperti bangunan kuno dan jembatan.

Ketahanan terhadap korosi memastikan kinerja yang stabil dalam lingkungan keras. Baik menghadapi korosi akibat semprotan garam pada jembatan pesisir maupun kondisi lembap pada balok dan kolom basement, kain serat karbon tetap menjaga kinerja yang konsisten dengan masa pakai lebih dari 50 tahun.

Pemasangan yang efisien secara signifikan mengurangi waktu proyek. Tanpa memerlukan peralatan berat—hanya aplikasi manual—penguatan bangunan seluas seribu meter persegi biasanya hanya memakan waktu 1–2 minggu, jauh lebih singkat dibanding metode konvensional.

Hubungi Kami

Hubungi Kami

Dapatkan Penawaran Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Email
Nama
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000
Nomor Whatsapp